Hidup adalah Pilihan .
Desember 30th, 2008Sering saya mendengar ungkapan tersebut tapi tidak pernah saya tahu apa maksudnya , apa yang harus dipilih , semua sudah sesuai dng jalurnya dan nasib kita ,
Pada bln juli tahun 2000 istri saya melahirkan anak yang pertama , tapi kebahagiaan itu terasa sirna , anakku lahir dng kepala kecil ( micro chepalia ) , rasanya dunia ini gelap , dokter memvonis anakku akan cacat seumur hidup , tidak akan bisa apa2 lagi , hatiku menangis , seumur hidup bayangkan . terasa beban yang sangat berat .
Akhirnya aku pindah dari rumah orang tuaku , kontrak sendiri, jauh dari kota , beberapa bulan baru istriku aku beri tahu dng kondisi ini , aku takut dia down dan tidak mau menyusui anakku , selama satu tahun aku hidup jauh dari orang 2 , seperti di pengasingan aja ,
Pada awal thn 2002 aku di promosi ke Jayapura , kesempatan pikirku , aku bisa terbebas dari beban ini , feb aku berangkat ke jayapura , istri dan anakku aku tinggal di surabaya ikut orang tuaku ,
Sesampai di jayapura aku seakan lepas kendali , betul 2 tidak terkontrol , sering minum2an , dugem , clubbing dll . Walaupun kerjaanku lancar , tapi semakin hari semakin tidak terkontrol , walaupun masih sering kontak istriku , tapi kegiatan negatifku terus berlanjut . selama hampir1 tahun .
Suatu ketika di pojok koran ada tulisan seorang ustad yang bisa langsung membuatku hatiku bergejolak , tulisan ustad itu seperti ini ” Hidup itu suatu pilihan , tidak ada hukum yang pasti , jika kita menerima rejeki atau anaugrah dari allah , tidak ada hukumnya kita harus senang , ataupun kalo kita dapat musibah atau cobaan hidup tidak ada hukumnya kita harus sedih , menangis , itu semua tergantung pilihan hati kita , jika kita memilih sedih maka akan sedih lah kita , tapi jika kita memilih senang akan senanglah hati kita , cobaan adallah anugrah ” setelah membaca itu saya seakan sadar , kenapa saya memilih sedih , menangis , kenapa saya tidak memilih senang saja , ada rasa rindu yang sangat mendalam dng anakku dan istriku . Menyentak dalam dada , aku menangis , aku harus minta pindah , aku pingin ketemu istriku dan anakku ,
Akhirnya bulan april 2003 saya di mutasi ke makasar , saya jemput anak dan istriku untuk tinggal bersama di makasar , begitu bahagianya saya bertemu kembali dng anak dan istriku , kemanapun pergi anakku aku ajak , tidak pernah aku tinggal di rumah , tidak pernah aku sembunyikan , aku bangga membawa anakku kemana aja , walaupun banyak orang yang melihat aku cuek aja , Dalam hatiku inilah anugrah yang paling besar yang di beri allah untukku dan istriku , tiket ke surga sudah di berikan ( insyaallah ) , saya begitu menyayanginya .
Allah maha tau , karierku pun berjalan mulus tiga jenjang karier aku lewati . sekarang anakku sudah 8 tahun sudah besar , walaupun begitu kemana aja anakku tetap saya ajak , saya akan gendong terus anakku kemana aja sampai saya tidak kuat lagi untuk menggendongnya , walaupun tidak bisa apa2 tapi saya tau dia begitu sayang sama saya dan istriku , alhamdulilah sekarang KIKI ( nama anakku ) sudah punya adik , normal dan lincah sekali , allah memang maha adil .
Akhirnya saya tahu apa arti hidup adalah pilihan , tergantung kita mau pilih yang mana ,
Untuk rekan2 yang di anugrahi anak seperti saya , jangan memilih sedih , pilih lah senang bahagia , bersyukur dng apa yang di beri allah , niscaya hidup yang sebentar ini terasa menyenangkan .







